\

Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sekolah di Kota Tangerang Terapkan PJJ 7–9 September 2026

KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang mengambil langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan warga sekolah menyusul perkembangan situasi aktivitas dan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Tangerang Nomor B/553/400.9.10/IX/2026 tanggal 6 September 2026, seluruh satuan pendidikan di Kota Tangerang, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP negeri dan swasta hingga PKBM, diimbau mengambil langkah antisipasi demi keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta seluruh warga sekolah.

Salah satu langkah yang ditetapkan adalah pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring mulai 7 hingga 9 September 2026. Pelaksanaan PJJ diharapkan tetap aktif, terarah, dan bermakna dengan memanfaatkan platform digital sekolah serta disertai pemantauan kehadiran siswa secara daring.

Selama pelaksanaan PJJ, orang tua atau wali murid juga diimbau untuk mendampingi dan mengawasi proses belajar anak di rumah. Siswa juga diimbau untuk tidak keluar rumah maupun berkumpul di luar apabila tidak memiliki kepentingan yang diperlukan.

Setelah periode PJJ berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka, terdapat sejumlah langkah perlindungan yang perlu diperhatikan. Peserta didik diimbau membatasi aktivitas di luar sekolah yang tidak diperlukan selama potensi sebaran debu vulkanik masih terjadi.

Selain itu, setelah kegiatan belajar selesai, peserta didik diwajibkan langsung pulang ke rumah dan tidak berkumpul atau beraktivitas di luar. Penggunaan masker juga diwajibkan ketika berada di luar kelas, termasuk saat menuju kantin, berada di lingkungan sekolah maupun dalam perjalanan pulang.

Perhatian khusus juga diberikan kepada peserta didik yang memiliki riwayat atau rentan terhadap gangguan pernapasan. Orang tua atau wali murid diimbau melakukan pemantauan kondisi kesehatan secara lebih intensif. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara luring dengan memperhatikan perkembangan terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau serta arahan dari pihak berwenang.

Kegiatan sekolah di luar ruangan, baik ekstrakurikuler maupun kokurikuler, juga ditunda sementara waktu sampai kondisi kembali kondusif atau normal.

Imbauan BPBD Kota Tangerang

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, H. Mahdiar, S.STP., M.Si., mengimbau seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan warga sekolah, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah dan instansi berwenang.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan, serta mengikuti setiap perkembangan dan arahan resmi terkait kondisi Gunung Anak Krakatau,” ujar Mahdiar.

Mahdiar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi dari sumber resmi pemerintah dan instansi terkait.

“Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” tambahnya.

BPBD Kota Tangerang terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait dalam melakukan pemantauan perkembangan situasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak yang dapat terjadi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, menggunakan masker apabila diperlukan, dan segera melaporkan kondisi darurat melalui Call Center 112 (bebas pulsa) atau Hotline BPBD Kota Tangerang 021-5582144.

Salam Tangguh.
Siap Untuk Selamat. 

(MA)

BERITA LAINNYA

07 Sep 2026 10:03

Giat Apel Senin pagi…